Instagram

Mulai minggu kedua November 2016, Instagram menguji coba sebuah cara baru bagi komunitas Instagram untuk mempelajari lebih lanjut tentang barang dagangan yang mereka lihat dalam kiriman Instagram. Kebanyakan pengalaman berbelanja di perangkat seluler saat ini mengalihkan orang dari lapak dagangan langsung ke proses pembayaran—tanpa memberi kesempatan kepada konsumen untuk mempertimbangkan produk dan mendapatkan informasi lebih detil. Namun, dalam survei internal, Instagram mempelajari bahwa sebagian besar pembelian berlangsung dalam sehari atau lebih, dengan hanya 21% dari pembelian dilakukan dalam sehari. Dengan mengetahui bahwa pengguna Instagram terbuka terhadap penemuan di platformnya, dan bahwa orang memerlukan waktu untuk memahami produk yang mereka minati dengan lebih baik, tes ini memberi komunitas instagram langkah yang berharga bersama alur belanja mereka sebelum mereka melakukan pembelian.


Untuk menguji pengalaman baru ini, 20 merek ritel yang berbasis di Amerika Serikat, termasuk Kate Spade, JackThreads, dan Warby Parker akan membagikan kiriman yang lebih dalam, sehingga memudahkan pengguna Instagram untuk mengulas, mempelajari, dan mempertimbangkan item yang menarik bagi mereka. Setiap kiriman akan mempunyai ikon ketuk untuk melihat di sebelah kiri bawah sebuah foto. Saat diketuk, sebuah tanda akan muncul di berbagai produk pada kiriman tersebut—yang menampilkan hingga lima produk serta harganya. Setelah sebuah tanda dipilih, tampilan terperinci yang baru dari produk tersebut akan terbuka. Fungsi ini akan menyajikan informasi produk yang penting kepada konsumen lebih awal dalam alur ini, semua tanpa harus meninggalkan aplikasi Instagram untuk mencari. Lalu, jika konsumen mengetuk tautan Belanja Sekarang dari tampilan perincian produk, mereka akan langsung menuju ke laman produk milik perusahaan ritel, sehingga lebih memudahkan mereka membeli produk yang diinginkannya. Pengguna Instagram mengunggah foto katalog produk ke alamat https://i.instagram.com/api/v1/upload/photo/.


Google

Google Merchant Center adalah alat yang membantu Anda mengunggah data toko dan produk Anda ke Google serta menyediakannya di Google Shopping dan layanan Google lainnya. Pengguna Merchant Center mengunggah foto katalog produk ke alamat https://www.googleapis.com/content/v2/{merchantId}/products.


Selasa, 21 Juli 2015 Google meluncurkan Google Manufacturer Center: sebuah alat yang membantu manufaktur merek untuk secara akurat merepresentasikan produknya kepada pembelanja di google.com, Google Shopping dan layanan Google lainnya. Dengan mengunggah data produk yang autoritatif ke alat tersebut, manufaktur memperkaya daftar produk mereka di Google untuk membantu pembelanja membuat keputusan.


Hal ini dimungkinkan untuk manufaktur berpartisipasi baik di Merchant Center dan Manufacturer Center. Informasi yang disediakan melalui Manufacturer Center tidak akan mempengaruhi peritel terdaftar atau harga jual produk yang diiklankan Google lewat Merchant Center. Jika manufaktur ingin mengiklankan produk mereka untuk dijual, mereka bisa melakukannya melalui Merchant Center.


Detil yang disediakan melalui Manufacturer Center membantu Google untuk lebih memahami produk dan atributnya. Google menggunakan informasi ini untuk meningkatkan informasi yang disajikan ke konsumen dan meningkatkan kualitas Iklan Belanja yang dipamerkan ke pengguna berdasarkan kata kunci pencarian mereka di seluruh ekosistem Google. Google mungkin menampilkan informasi langsung di Google.com, Google Shopping, atau Google Now cards. Sebagai tambahan, merek yang berinvestasi pada data terstruktur melalui Manufacturer Center telah menyaksikan peningkatan konversi pembelian.


Amazon

Jika anda adalah pemasok barang dagangan yang ingin berekspansi jalur distribusi rantai peritel yang lebih luas, kemungkinan akun target anda telah menggunakan katalog milik OpenText. Beberapa ratus toserba dan peritel khusus di Amerika Serikat terhubung ke OpenText Active Catalogue, salah satunya seperti Amazon Vendor Central di bawah, Inovis pada 2010 diakuisisi GXS, lalu tahun 2014, OpenText mengakuisisi GXS.


Dengan OpenText Active Catalogue anda bisa bertukar lebih dari 600 atribut berbeda tentang produk anda. Nama merek, deskripsi, harga, gaya, warna dan ukuran adalah sebagian kecil atribut item yang OpenText dukung. Setiap kali sebuah barang baru ditambahkan, OpenText melakukan cek untuk mengkonfirmasi integrtias kolom data dan bahwa penomoran produk GTINnya unik. OpenText juga mengijinkan peritel untuk menambah validasi spesifik mereka sendiri. Jika ada sesuatu yang bermasalah OpenText akan memberitahu anda secepat mungkin, jadi anda bisa membenahi datanya dan mengirimkan ulang.


OpenText menawarkan banyak cara untuk pemasok mengirimkan data katalognya kepada OpenText (dan untuk peritel mengunduhnya). Anda bisa memasukkan lewat portal web. OpenText juga punya API yang bisa anda akses melalui alamat https://catalogue.gxs.com/QRSGUI/services/ItemWebService. Anda bisa mengirimkan datanya baik dalam bentuk XML atau EDI—OpenText mendukung 832 dan PRICAT. Anda bisa mengunggah berkas terpisah koma (yang diekspor dari lembar kerja Microsoft Excel). Tapi tidak ada panggilan telpon atau fax disini! OpenText semuanya elektronik.


Walmart

Sinkronisasi Data adalah pertukaran elektronik atas informasi produk dan lokasi yang terstandarisasi antara mitra dagang dan sinkronisasi secara terus menerus atas data tersebut dari waktu kewatu. GDSN (Global Data Synchronization Network) adalah lingkungan global berbasis standar dan otomatis yang memungkinkan sinkronisasi data yang aman dan berkelanjutan, memungkinkan semua mitra untuk mempunyai data barang yang konsisten di dalam sistemnya. GDSN menghubungkan pemasok dan peritel, operator, penyedia, distributor, dan penerima lain ke GS1 Global Registry melalui penyedia data pool terpilih. Pemasok Walmart mengirimkan data katalog produk ke alamat http://as2-datasync-prod.1worldsync.com/as2, jaringan informasi produk untuk walmart disediakan oleh 1WorldSync Omni Channel Commerce.


Reactions:

You Might Also Like:

Berikan Komentar Sembunyikan Komentar

Hello, how may we help you? Just send us a message now to get assistance.

Facebook Messenger ×